Sinyal persiapan operasi sebenarnya sudah muncul sejak Sabtu sore, saat sejumlah tanker pengisian bahan bakar udara terpantau terbang dari wilayah Midwest menuju Pasifik. Spekulasi pun merebak bahwa serangan besar mungkin akan terjadi.
Namun, belakangan terungkap bahwa pola penerbangan itu merupakan bagian dari strategi pengelabuan. Serangan udara sesungguhnya dilancarkan Minggu dini hari, tak lama setelah Trump kembali dari klub golfnya di New Jersey dan menggelar pertemuan mendadak dengan tim keamanan nasionalnya.
Keterlibatan langsung AS ini membawa risiko besar, baik dari sisi geopolitik maupun personal bagi Trump. Ia sebelumnya dikenal sebagai sosok yang menolak intervensi militer luar negeri, dan kampanyenya pada 2016 menekankan janji untuk menghindari perang-perang mahal di kawasan Timur Tengah.
Meski begitu, para pejabat AS dan Israel menyatakan bahwa hanya pembom siluman Amerika yang dilengkapi bom penghancur bunker seberat 13,5 ton yang memiliki peluang nyata untuk melumpuhkan situs-situs nuklir Iran yang terkubur dalam. Fordo disebut sebagai target utama, karena lokasinya yang sangat terlindung.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah bom penghancur bunker benar-benar digunakan dalam serangan tersebut. Iran sendiri belum memberikan tanggapan langsung, namun sebelumnya telah bersumpah akan membalas jika Amerika ikut campur tangan dalam serangan Israel.

10 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)