Liputan6.com, Jakarta Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berada pada posisi mengkhawatirkan. Saat ini, Indonesia menempati urutan ketiga angka kematian ibu tertinggi di kawasan ASEAN.
Berdasarkan Sensus 2020, terdapat sekitar 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup atau rata-rata 22 ibu meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan masa nifas.
Komplikasi kehamilan masih memegang peran besar dalam tingginya AKI di Indonesia seperti disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Obstetrik dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH, FRANZCOG (Hons).
“Komplikasi kehamilan bisa menyebabkan, meningkatkan kematian ya, tadi nomor satu ada eklampsia, eklampsia itu adalah tekanan darah tinggi, dalam kehamilan ibunya bisa kejang, itu penyebab kematian nomor satu,” ujarnya dalam press conference “Kolaborasi SPRIN – POGI dan Mitra Lintas Sektor melalui Penandatanganan MoU demi Masa Depan Kesehatan Perempuan,” Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).
Selain eklampsia, penyebab kematian kedua adalah perdarahan pasca persalinan. "Ibunya habis bersalin, melahirkan, pendarahan. Nah itu bisa menyebabkan kematian,” kata pria yang karib disapa Iko ini.
Infeksi juga banyak berkontribusi pada meningkatnya angka kematian ibu. Selain itu, terdapat pula penyebab lain seperti komplikasi persalinan dan keterlambatan mendapatkan layanan rujukan yang berkualitas.

4 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)