1 tahun yg lalu

Apakah Kita Dianjurkan Untuk I'tikaf dan Menghidupkan Malam Genap? - Ustadz Syafiq Riza Basalamah



Apakah Kita Dianjurkan Untuk I'tikaf dan Menghidupkan Malam Genap? Lailatul qadar sudah diketahui di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Malam tersebut lebih mungkin ditemukan pada malam ganjil, namun bisa jadi pula lailatul qadar dihitung dari malam yang tersisa. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى “Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa” (HR. Bukhari) Oleh karena itu, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, berarti malam ketiga puluh adalah malam yang menggenapi. Jika dihitung dari hari terakhir, malam ke-22 berarti sembilan hari yang tersisa. Malam ke-24 berarti tujuh hari yang tersisa. Inilah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri dalam hadits shahih. Inilah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa memilah-milah hari ganjil dan genap. Barakallahu fiikum #syafiqrizabasalamah_official #syafiqrizabasalamah #kajiansunnah #kajianilmu #tanyaustadzSRB Silahkan bergabung dan mendapatkan tulisan, audio, video serta jadwal kajian Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah di : https://berbagi.link/LorongFaradisaSRB
Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang