Jakarta (ANTARA) - Gelombang protes besar-besaran yang melanda Nepal dalam beberapa hari terakhir memicu perdebatan di media sosial mengenai sistem politik negara tersebut. Sebagian warganet dari berbagai negara di X menyebut unjuk rasa yang menelan sedikitnya 22 korban jiwa itu berhasil meruntuhkan pemerintahan “komunis” di Nepal yang korup. Namun, benarkah Nepal adalah negara komunis?
Faktanya, Nepal bukanlah negara komunis. Sejak 2008, Nepal resmi menjadi sebuah Republik Federal Demokratik Sekuler dengan sistem politik multipartai. Meskipun partai-partai komunis memiliki pengaruh yang kuat dalam politik Nepal dan bahkan beberapa kali memimpin pemerintahan, negara tersebut tidak menganut sistem komunisme satu partai seperti Tiongkok atau Korea Utara.
Latar belakang politik Nepal
Nepal mengalami sejarah politik yang bergejolak dalam dua dekade terakhir. Negara yang dahulu merupakan kerajaan Himalaya itu sempat dilanda perang saudara selama 10 tahun (1996–2006) antara pemerintah dan kelompok Maois. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 17 ribu orang dan berakhir dengan dihapuskannya sistem monarki.
Pada 2008, Nepal mendeklarasikan diri sebagai republik federal. Dalam pemilu pertamanya, Partai Komunis Nepal (Maois) meraih kemenangan signifikan, meski tidak mayoritas. Sejak saat itu, politik Nepal didominasi oleh partai-partai berlabel “komunis” seperti Partai Komunis Nepal (Unified Marxist–Leninist/CPN-UML) dan Partai Komunis Nepal (Maoist Centre).
Namun, dominasi partai berhaluan kiri ini tidak serta-merta menjadikan Nepal sebagai negara komunis. Para pemimpin Maois, termasuk tokoh terkenal Prachanda, secara resmi menyatakan dukungan pada sistem demokrasi multipartai dan ekonomi pasar yang berorientasi sosialisme.
Baca juga: Korban tewas akibat protes kekerasan di Nepal melonjak menjadi 31
Hasil pemilu terakhir menunjukkan mayoritas kursi parlemen memang dikuasai partai-partai komunis, meski sering terpecah karena konflik internal. Bahkan, partai komunis kerap membentuk koalisi dengan partai lain, termasuk Nepali Congress yang berhaluan sosial-demokrat.
Perdana Menteri K.P. Sharma Oli dari CPN-UML sem...

7 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)