Liputan6.com, Washington, DC - Amerika Serikat (AS) mengevakuasi 79 staf dan anggota keluarga dari Kedutaan Besar AS di Israel pada Jumat (20/6/2025) seiring memanasnya perang Iran-Israel. Sementara itu, semakin banyak warga sipil AS yang mencari informasi tentang cara meninggalkan Israel dan Iran.
Sebuah memo internal Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan bahwa penerbangan militer —yang merupakan penerbangan kedua yang diketahui terjadi dalam minggu ini— berangkat dari Tel Aviv menuju Sofia, Bulgaria, di mana beberapa atau seluruh penumpangnya akan melanjutkan perjalanan dengan penerbangan carteran menuju Washington.
Dokumen yang diperoleh Associated Press itu juga menyebutkan bahwa pada Jumat saja, lebih dari 6.400 warga negara AS di Israel telah mengisi formulir daring untuk menanyakan apakah dan kapan pemerintah AS akan mengatur penerbangan evakuasi. Selain itu, 3.265 orang lainnya—sebagian di antaranya kemungkinan juga telah mengisi formulir tersebut—menghubungi nomor darurat untuk meminta bantuan.
Selain itu, dokumen yang sama memperkirakan bahwa jika pemerintah AS memutuskan untuk menyediakan penerbangan atau kapal evakuasi, antara 300 hingga 500 orang per hari kemungkinan akan membutuhkan bantuan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, yang mengatakan bahwa opsi tersebut sedang dipertimbangkan.

10 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)