Liputan6.com, Jakarta - Kamu mungkin pernah melihat gumpalan awan yang menyerupai bentuk atau karakter unik, seperti benda atau hewan tertentu.
Fenomena alam ini bahkan sempat viral di jagat maya karena ada seorang fotografer yang memotret awan berbentuk kepala naga dan juga mata manusia. Ada pula awan berbentuk mirip piring terbang.
Lantas, apa yang menyebabkan awan bisa memiliki bentuk seperti itu? Untuk memahami bagaimana awan terbentuk dan mendapatkan bentuknya, penting untuk mengetahui dasar pembentukannya.
Proses ini dimulai ketika udara hangat yang membawa uap air naik dan mendingin. Saat suhu menurun, uap air mengalami kondensasi, berubah menjadi tetesan air kecil atau kristal es.
Jika partikel-partikel ini berkumpul dalam jumlah yang cukup banyak, terbentuklah gumpalan awan yang bisa dilihat oleh manusia di Bumi.
Mengutip Popular Science, Kamis (12/6/2025), ilmuwan mengklasifikasikan awan menjadi sepuluh jenis utama berdasarkan bentuk dan ketinggiannya di langit.
Contohnya, awan kumulus (berasal dari bahasa Latin "heap" yang berarti tumpukan) tampak seperti gumpalan kapas. Sementara itu, awan stratus (berarti "lapisan") membentang seperti selimut, dan awan sirus (bahasa Latin untuk "rambut") terlihat seperti bulu-bulu halus.

10 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)