Liputan6.com, Jakarta - IBM baru saja menerbitkan laporan terbaru berjudul "APAC AI Outlook 2025", di mana perusahaan mengungkap sejumlah tren AI pada tahun depan.
Dari sekadar eksperimen, kini perusahaan dan organisasi bisa mulai fokus memaksimalkan dampak investasi AI untuk tujuan strategis seperti inovasi dan meningkatkan pendapatan.
Saat ini, ada sekitar 54 persen perusahaan di Asia Pasifik mengandalkan manfaat jangka panjang dari kecerdasan buatan, terutama melalui adopsi model open-source dan solusi hemat biaya fleksibel.
Mengutip laporan disusun olen Ecosystm untuk IBM, Jumat (6/12/2024), hampir 60 persen organisasi memperkirakan hasil nyata dari investasi AI mereka terlihat dalam 2-5 tahun mendatang.
Sedangkan, hanya 11 persen mengantisipasi pengembalian dalam dua tahun ke depan dengan fokus utama pada 2025 mencakup peningkatan pengalaman pelanggan (21 persen).
Selain pengalaman pelanggan, ada juga otomatisasi back-office (18 persen), dan pengelolaan siklus hidup pelanggan (16 persen).
"Banyak bisnis di Indonesia kini mulai melirik atau bereksperimen dengan AI, dan sekarang siap untuk tahap berikutnya," kata Roy Kosasih, Presiden Direktur IBM Indonesia.
Dia menambahkan, "pendekatan strategis dengan memanfaatkan model open-source fleksibel memungkinkan organisasi memaksimalkan keunggulan kompetitif sambil tetap fokus pada AI berpusat pada manusia."

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)