Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjuk mantan perdana menteri (PM) Inggris, Tony Blair, untuk bergabung dengan badan internasional yang mengawasi Gaza. Hal ini terkait rencana mengakhiri perang yang diketok Trump bersama dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih, Senin.
Blair menjadi anggota pertama yang ditunjuk dalam "Dewan Perdamaian" yang akan diketuai Trump. Ia akan bertugas mengawasi sementara pemerintahan Gaza jika Hamas menerima rencana perdamaian di wilayah itu.
Blair mengatakan rencana tersebut adalah peluang terbaik untuk mengakhiri dua tahun perang, kesengsaraan, dan penderitaan. Ia sebelumnya menjabat sebagai PM Inggris dari tahun 1997 hingga 2007.
"Para pemimpin dari negara lain di dewan tersebut akan ditunjuk kemudian," kata Trump dikutip Selasa (30/9/2025).
Lalu Mengapa Blair?
Isu timur tengah sebenarnya bukan hal baru bagi Blair. Ia membawa Inggris ke dalam Perang Irak pada tahun 2003.
Setelah meninggalkan jabatannya, ia menjabat sebagai utusan Timur Tengah untuk kuartet kekuatan internasional (AS, Uni Eropa, Rusia, dan PBB). Ia berfokus pada pembangunan ekonomi di Palestina dan menciptakan kondisi untuk solusi dua negara.
Pada bulan Agustus, ia bergabung dalam pertemuan di Gedung Putih dengan Trump untuk membahas rencana bagi wilayah tersebut. Kala itu utusan Timur Tengah AS, Steve Witkoff, menyebut pembicaraan dengan Blair sebagai hal "yang sangat komprehensif".
"Presiden Trump telah menetapkan rencana yang berani dan cerdas yang, jika disetujui, dapat mengakhiri perang, m...

11 bulan yg lalu




![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)