Liputan6.com, Jakarta - Ketika seorang muslim berbuat dosa, maka jalan yang harus ditempuh adalah bertaubat kepada Allah SWT. Mengambil penjelasan Buya Yahya, bertaubat dapat dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu dosanya menumpuk.
Taubat juga pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Berikut hadisnya.
عَنِ اْلأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَآايُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّي أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.
Artinya: “Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR Muslim).
Pada dasarnya, bertaubat adalah bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Bisa dengan beristighfar, menyesali, dan melaksanakan sholat dua rakaat.
Ketika bertaubat, apakah kita dapat mengetahui taubatnya diterima atau tidak oleh Allah SWT? Soal ini, dua pendakwah kondang Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskannya secara gamblang.

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)