1 tahun yg lalu

Dear Trump, Ukraina Siap Berunding dengan Rusia tapi Ada Syaratnya


Liputan6.com, Kyiv - Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (9/2/2025), rencana Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Ukraina dengan cepat tidak hanya harus menghentikan perang, namun juga memastikan agar agresi Rusia tidak terjadi lagi di masa depan.

Zelenskyy mengatakan Ukraina tidak ingin mengulang pengalaman perjanjian perdamaian dan pembicaraan yang gagal mencapai hasil seperti halnya sebelum invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022. Menurutnya, itu berarti perlu adanya jaminan keamanan.

"Konflik yang stagnan akan menyebabkan agresi yang berulang kali. Siapa yang akan meraih penghargaan dan dikenang sebagai pemenang? Tidak ada. Ini akan menjadi kekalahan mutlak bagi semua pihak, baik bagi kami yang penting, maupun bagi Trump," ujar Zelenskyy kepada ITV, seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (11/2).

"Trump tidak hanya perlu mengakhiri perang, namun juga bertindak agar Vladimir Putin tidak punya kesempatan untuk menyerang kami lagi. Ini adalah hal yang paling penting dan semua orang harus menyadari hal ini."

Zelenskyy mengulang kembali kesediaannya untuk mengadakan pembicaraan dengan Rusia untuk mengakhiri perang dengan syarat bahwa sekutu-sekutu Ukraina – Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa – ikut terlibat.

"Jika saya yakin bahwa AS dan Eropa tidak akan meninggalkan kami dan mereka akan terus mendukung serta memberikan jaminan keamanan, saya akan siap untuk segala format pembicaraan," tutur Zelenskyy.

"Dengan adanya jaminan keamanan, kita bisa mulai membahas akhir 'fase panas' perang ini."

Tantangan Negosiasi Rusia-Ukraina

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang