Uzone.id — Di tengah popularitas DeepSeek yang semakin menanjak, salah satu yang menjadi concern adalah keamanan privasi yang masih dipertanyakan. Belum juga satu genap satu bulan dikenal global, chatbot AI yang satu ini sudah diblokir berbagai pihak, salah satunya adalah NASA, Italia dan Korea Selatan yang gercep memblokir DeepSeek. Melihat langkah cepat negara-negara ini, apakah Indonesia juga akan mengambil langkah serupa? Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, Pemerintah khususnya Komdigi belum menuju ke arah pemblokiran DeepSeek karena masih melakukan pengkajian teknologi tersebut. “Kita masih mempelajari ya perkembangannya karena ini kan inovasi-inovasi teknologi dan kita melihat tentu saja apa yang dihasilkan oleh DeepSeek itu tentu saja bisa menjadi satu alternatif,” kata Nezar Patria kepada awak media, Senin, (17/02). Dengan adanya DeepSeek ini dan sebagai negara yang sedang mengembangkan AI, Indonesia tentu membuka diri untuk mempelajari berbagai macam perkembangan teknologi, termasuk chatbot AI dari China tersebut. Oleh sebab itu, Nezar menyebut bahwa Komdigi sedang dan masih melakukan pengamatan pada layanan AI tersebut. Apalagi saat ini DeepSeek hadir sebagai teknologi open source yang jika bisa dimanfaatkan dengan baik, teknologi ini bisa digunakan untuk mengembangkan teknologi terbaru. Sebagai informasi saja, DeepSeek saat ini sudah diusir dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Irlandia, Italia, Prancis, Korea Selatan dan Taiwan. Hal ini dikarenakan masalah keamanan data. Baca Juga :
DeepSeek Diblokir Korea Selatan Dkk, Indonesia Gimana?
© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)