10 bulan yg lalu

Efek Jangka Panjang Hirup Mikroplastik, Mulai dari Radang hingga Kanker Paru


Liputan6.com, Jakarta Penelitian yang dilakukan Profesor Muhammad Reza Cordova dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bahwa air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik. Jumlah partikel mikroplastik di air hujan bervariasi antara tiga hingga 40 partikel per meter persegi per hari.

Lantas, bagaimana efek pencemaran mikroplastik di udara jika terhirup?

“Mikroplastik di udara yang terinhalasi (terhirup) untuk ukuran di atas 5  mikrometer umumnya hanya sampai saluran napas atas. Efeknya menyebabkan iritasi di hidung dan saluran napas atas menimbulkan keluhan hidung berair, gatal-gatal di hidung, sakit tenggorokan, batuk,” kata dokter spesialis paru konsultan Agus Dwi Susanto dalam keterangan tertulis dikutip pada Jumat (24/10/2025).

Sementara, untuk mikroplastik dengan ukuran O,5 mikrometer hingga di bawah 5 mikrometer bisa sampai saluran napas bawah dan alveoli paru. Dampaknya menimbulkan iritasi dan peradangan saluran napas bawah dan paru sehingga timbul gejala batuk-batuk, berdahak, dan sesak napas.

“Pada orang dengan penyakit paru seperti asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), bisa meningkatkan risiko serangan asma dan PPOK,” lanjut Agus. 

Efek Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, mikroplastik yang terinhalasi atau terhirup hingga saluran napas bawah berpotensi menimbulkan penyakit paru seperti asma, PPOK, peradangan paru/pneumonitis, penyakit fibrosis paru dan bahkan kanker paru.

Guna mencegah inhalasi mikroplastik di udara, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni:

  • Menggunakan masker, saat aktivitas di luar ruangan terutama saat polusi atau banyak debu
  • Meningkatkan daya tahan tubuh...
Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang