10 bulan yg lalu

“Gaza Flotilla” Madleen Menunjukkan Dunia Sebagaimana Seharusnya Bersikap


As Madleen Nears Egyptian Coast, Voices from Aboard Call for Gaza's Freedom  - Palestine Chronicle

Eramuslim.com – Sebuah kapal sipil bernama Madleen belakangan menyita perhatian dunia. Bukan karena kekuatan militernya—karena kapal ini sama sekali tak bersenjata—melainkan karena misinya: membawa bantuan kemanusiaan dan pesan solidaritas global bagi rakyat Gaza yang terjebak dalam blokade berkepanjangan oleh Israel.

Namun di tengah perairan internasional, kapal ini disergap oleh militer Israel dengan helikopter, drone, hingga kapal cepat. Banyak pihak mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan bentuk pelecehan terhadap prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.

Tak hanya membawa makanan dan obat-obatan, Madleen juga mengangkat simbol perlawanan terhadap ketidakadilan global. Di tengah gelombang diamnya negara-negara Arab dan elite Palestina yang dinilai abai, justru para aktivis dari Eropa—termasuk tokoh iklim Greta Thunberg dan politisi Prancis Rima Hassan—turut serta mengibarkan nurani dari kapal ini.

Sejarah mencatat kisah Dunkirk di tahun 1940, saat kapal-kapal sipil Inggris menembus perairan untuk menyelamatkan pasukan Sekutu yang terjebak. Tak ada perintah. Tak ada izin. Hanya keberanian.

Kini, dunia bertanya: Mungkinkah Gaza memiliki momen Dunkirk-nya sendiri? Mungkinkah masyarakat global bangkit dan berkata: Cukup sudah penderitaan ini! Bagaimana jika orang-orang di seluruh dunia menolak untuk diam saat sebuah bangsa dilaparkan, dibantai, dan dihapuskan?

Tragedi Madleen bukanlah insiden pertama. Tepat 58 tahun lalu, Israel pernah menyerang kapal intelijen milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Liberty, menewaskan 34 awak dan melukai 171 orang. Mes...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang