Liputan6.com, Jakarta - Tanpa adanya rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memengaruhi pasar, harga emas terus mencatat penguatan sepanjang pekan kemarin. Sentimen positif itu dipicu oleh kekhawatiran terhadap tarif dan ketegangan perdagangan yang masih berlangsung.
Namun, tren penguatan tersebut berbalik arah secara tiba-tiba menjelang akhir pekan atau Jumat kemarin, yang mengejutkan sejumlah investor baru yang kemudian memilih keluar dari pasar.
Emas spot membuka pekan ketiga Oktober 2025 di level USD 4.022,44. Sepanjang perdagangan, pergerakannya sangat agresif: harga menembus USD 4.100 pada Senin siang, naik ke atas USD 4.200 menjelang penutupan pasar Rabu, kemudian melesat melewati USD 4.300 hanya 15 menit sebelum penutupan Amerika Utara pada Kamis.
Puncaknya terjadi pada Jumat, ketika harga hanya berjarak kurang dari USD 20 dari level psikologis USD 4.400 per ons. Lantas bagaimana proyeksi pergerakan emas pada pekan keempat Oktober 2025?
Melansir Kitco News, Senin (20/10/2025), berdasarkan survei Emas Mingguan Kitco, pandangan pelaku pasar Wall Street semakin terpecah setelah lonjakan harga yang signifikan diikuti koreksi jangka pendek, sementara sentimen investor di Main Street tetap stabil menjelang pekan perdagangan berikutnya.
Kepala Strategi Pasar di SIA Wealth Management, Colin Cieszynski, menilai harga emas kemungkinan akan mengalami jeda setelah kenaikan besar.
“Emas telah mengalami kenaikan yang luar biasa dan mungkin akan berhenti sejenak. Perak dan Platinum mengalami koreksi hari ini, yang menunjukkan momentum kenaikan logam mulia mungkin melambat,” ujarnya.
Sementara itu, analis pasar senior Barchart.com, Darin Newsom, tetap optimistis terhadap ara...

6 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)