3 bulan yg lalu

Iran Banjir Darah, Trump Ancam Serangan Mematikan Gulingkan Khamenei


Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan langkah militer untuk merespon situasi krisis di Iran. Ancaman serangan ini muncul menyusul laporan mengenai pembantaian massal yang dilakukan rezim Teheran terhadap warganya sendiri, di mana ribuan orang dilaporkan tewas dalam upaya penumpasan demonstrasi.

Presiden AS Donald Trump pada pekan ini sempat melontarkan ancaman tindakan yang sangat kuat terhadap Iran sembari menyerukan lebih banyak aksi protes dari masyarakat sipil di sana.

Berdasarkan laporan The Economist, jika serangan benar-benar dilakukan, opsi yang mungkin diambil Washington adalah serangan terbatas atau target pemenggalan politik untuk menggulingkan kekuasaan para mullah yang telah berkuasa selama 47 tahun.

"Kamar mayat penuh sesak. Mayat-mayat dalam kantong ditumpuk di trotoar yang bersimbah darah. Beberapa ribu orang mungkin tewas," tulis laporan The Economist, Sabtu (17/1/2025).

Eskalasi kekerasan mematikan tersebut terjadi setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei merespons aksi unjuk rasa dengan kekuatan militer penuh. Milisi yang bersekutu dengan Garda Revolusi dikerahkan menggunakan sepeda motor dan penembak jitu (sniper), menembaki warga sipil yang meneriakkan slogan anti-diktator dengan membidik area vital seperti wajah.

Amerika Serikat dinilai memiliki opsi untuk menjatuhkan bom dan rudal di situs-situs terpilih di dalam Iran, terutama yang berkaitan dengan struktur Garda Revolusi.

Namun, intervensi militer tersebut memiliki risiko tinggi mengingat Iran dipersenjatai dengan baterai rudal jarak jauh yang mampu memukul balik melintasi Timur Tengah, yang berpo...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang