1 tahun yg lalu

Kebijakan Trump Musnahkan Populasi Burung Hantu Dikritik DPR AS


Liputan6.com, Washington D.C - Sekelompok anggota parlemen bipartisan pada Senin (10/3/2025) mendesak pemerintahan Donald Trump untuk membatalkan rencana untuk membunuh lebih dari 450.000 ekor burung hantu di hutan Pantai Barat Amerika Serikat.

Sebelumnya, Trump menyebut langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan burung-burung itu dari membunuh jenis burung hantu yang lebih kecil yang menghadapi potensi kepunahan, dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (11/3).

Ke-19 anggota parlemen -- yang dipimpin oleh Rep. Troy Nehls dari Partai Republik, seorang konservatif Texas, dan Rep. Sydney Kamlager-Dove dari Partai Demokrat, seorang liberal California -- mengklaim pembunuhan itu akan sangat mahal dan menelan biaya USD 3.000 per burung.

Mereka mempertanyakan apakah penembakan itu akan secara efektif menekan angka kepunahan burung hantu jenis lain.

Burung hantu berpalang berasal dari Amerika Utara bagian timur dan mulai muncul di Pacific Northwest pada tahun 1970-an. Mereka dengan cepat menggusur banyak burung hantu tutul, yang merupakan burung kecil yang membutuhkan wilayah yang lebih luas untuk berkembang biak.

Menurut pejabat federal, diperkirakan 100.000 burung hantu berpalang kini hidup dalam wilayah yang hanya dihuni sekitar 7.100 burung hantu tutul.

Berdasarkan rencana Dinas Perikanan dan Satwa Liar AS yang disetujui tahun lalu, penembak terlatih akan menargetkan burung hantu berpalang selama 30 tahun di wilayah seluas maksimal sekitar 60.000 km persegi di California, Oregon, dan Washington.

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyaksikan langsung peluncuran uji coba keenam roket SpaceX Starship. Donald Trump ditemani oleh Elon Musk saat menyaksikan peluncuran tersebut.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang