Liputan6.com, Jakarta - Melamun sering dianggap sebagai cara seseorang melarikan diri dari kenyataan dan mencari kesenangan batin. Namun, menurut Saba Lurie, terapis pernikahan dan keluarga dari Universitas Loyola Marymount, melamun sebenarnya mencakup banyak hal yang telah dialami seseorang. Intinya, melamun terjadi ketika pikiran dibiarkan berkelana ke tempat lain.
"Melamun membuka jalan bagi seseorang untuk memikirkan hal-hal penuh harapan, keanehan, dan keajaiban," kata Lurie. Ini bisa termasuk memikirkan fantasi, ketakutan, hal-hal yang telah terjadi, atau yang mungkin terjadi di masa depan.
Dilansir dari Real Simple, melamun memang bisa menurunkan produktivitas karena pikiran mudah teralihkan. Meski begitu, jika dilakukan dengan cara yang tepat dan memiliki tujuan jelas, melamun justru bisa memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan kognitif seseorang.
Mengapa Kita Melamun?
Menurut Lurie, melamun adalah hal yang wajar karena pikiran manusia secara alami cenderung mengembara dan jarang benar-benar seimbang. Lamunan bisa membawa manfaat sekaligus risiko, tergantung pada bagaimana seseorang menanganinya.
Khayalan tentang kehidupan yang lebih ideal, misalnya, dapat me...

6 bulan yg lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/promo_images/1/original/085223300_1761037787-Desktop_1280_x_190.jpg)





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)