1 tahun yg lalu

Nicolas Maduro Jadi Presiden Venezuela untuk Ketiga Kalinya


Liputan6.com, Caracas - Nicolas Maduro kembali dilantik untuk masa jabatan ketiganya sebagai presiden, enam bulan setelah pilpres yang diperselisihkan di mana oposisi dan komunitas internasional menyatakan bahwa dia kalah.

Maduro mengucapkan sumpah jabatan di depan parlemen pada Jumat (10/1/2025), berjanji bahwa masa jabatan ketiganya yang berlangsung selama enam tahun ini akan menjadi "periode damai".

Hasil resmi dari pilpres Juli telah ditolak secara luas oleh komunitas internasional, termasuk negara tetangga, Brasil dan Kolombia. Demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (11/1).

Pelantikan Maduro yang berusia 62 tahun ini berlangsung sehari setelah pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, ditangkap oleh pihak berwenang dan kemudian dibebaskan setelah menyampaikan pidato dalam sebuah aksi protes.

Menteri Informasi Freddy Nanez membantah laporan tentang penahanan Machado dan menyebutnya sebagai upaya mengalihkan perhatian publik setelah tim Machado mengaku dia "dihalang secara paksa" di timur Caracas.

Dalam pidato pelantikannya, Maduro mengatakan, "Saya bersumpah bahwa masa jabatan kepresidenan baru ini akan menjadi masa perdamaian, kemakmuran, kesetaraan, dan demokrasi baru. Saya bersumpah atas nama sejarah, saya bersumpah atas hidup saya. Saya akan menepati janji saya."

Maduro dinyatakan sebagai pemenang pilpres Juli oleh Komisi Pemilihan Umum (CNE) Venezuela yang sangat mendukung pemerintah. Oposisi dan banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS), menolak hasil tersebut dan mengakui kandidat oposisi Edmundo Gonzalez sebagai presiden terpilih yang sah.

Gonzalez melarikan diri dari Venezuela pada September dan kini tinggal di Spanyol. Bulan ini dia melakukan tur ke Amerika untuk menggalang dukungan internasional.

Pemerintah Maduro telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya, menawarkan hadiah sebesar USD 100.000 bagi informasi yang mengarah pada penahanannya.

Machado, yang digantikan Gonzalez dalam surat suara setelah dia dilarang untuk mencalonkan diri, juga menjadi target. Dia bersembunyi setelah pilpres dan terakhir kali terlihat di publik pada Agustus sebelum aksi unjuk r...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang