1 tahun yg lalu

OPINI: Deepfake Jadi Senjata Baru Penipu untuk Bobol Keamanan Biometrik di Lembaga Keuangan


Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang begitu pesat telah mengantarkan kita pada era kemajuan teknologi belum pernah terjadi sebelumnya.

Meskipun AI menawarkan peluang menakjubkan, potensi penyalahgunaannya menghadirkan tantangan signifikan, terutama di sektor keuangan.

Munculnya teknologi deepfake, yang mampu menciptakan media sintetis dengan tingkat realisme sangat tinggi, menjadi ancaman serius terhadap integritas dan keamanan lembaga keuangan.

Hal ini bukan hanya kekhawatiran teoretis; melainkan sebuah kenyataan dibuktikan oleh insiden penipuan deepfake baru-baru ini melibatkan salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia. 

Insiden ini, yang diselidiki secara mendalam oleh Group-IB, mengungkapkan kerentanan bahkan pada sistem keamanan canggih sekalipun terhadap serangan deepfake.

Padahal lembaga tersebut telah menerapkan langkah-langkah keamanan berlapis yang kuat, termasuk perlindungan terhadap rooting, jailbreak, dan berbagai jenis teknik eksploitasi.

Sebagai garda pertahanan pertama, mereka menggunakan fitur keamanan aplikasi seluler seperti anti-emulasi, anti-virtual environment, mekanisme anti-hooking, dan Real-Time Application Self-Protection (RASP).

Untuk meningkatkan keamanan selama proses onboarding pelanggan, mereka menerapkan prosedur digital Know Your Customer (KYC) dengan mengguna...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang