JAKARTA (VOA) —
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa meskipun nilai tukar rupiah terkoreksi hingga mencapai Rp16.400 belakangan ini, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan stabilitas yang kuat. Hal ini didukung oleh berbagai indikator ekonomi makro positif, seperti penjualan ritel dan kondisi kredit perbankan yang masih solid.
“Kalau kita lihat dari fundamental, seperti indeks penjualan riil masyarakat yang mencerminkan konsumsi masyarakat mengalami pemulihan terutama pada Mei, Juni ini. Kemudian Mandiri Spending Index (MSI), confidence masyarakat, konsumsi semen, konsumsi listrik, PMI semuanya masih dalam relatif terjaga dan ini menjadi fondasi yang cukup baik untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita di kuartal-II ini yang masih terjaga seperti yang terjadi di kuartal-I,” ungkap Sri Mulyani usai mengadakan rapat terbatas pada Kamis (20/6) malam

1 tahun yg lalu




![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)