Pengusaha: Terlalu Banyak "Tangan", Persoalan Sawit RI Tak Kunjung Selesai
Ayo bagikan!
Terlalu banyak stakeholder yang terkait disebut Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga sebagai salah satu penyebab sulitnya penyelesaian terkait tata kelola minyak sawit di Indonesia termasuk persoalan kecurangan Minyakita.
GIMNI mendorong pengelolaan sawit hanya di bawah satu Kementerian/Lembaga langsung di bawah Presiden agar tidak ada tumpang tindih kebijakan. Pada 2024, pendapatan sektor sawit mencapai USD 61,7 Miliar dan pada 2029 bisa tembus USD 142,5 Miliar dengan catatan persoalan sektor sawit diatasi.
Sahat menyebutkan RI seharusnya mencontoh negara tetangga yang bisa menjalankan sektor sawit tanpa banyak 'tangan' sehingga minim kemelut.
Seperti apa persoalan dan perbaikan yang dibutuhkan sektor sawit? Selengkapnya simak dialog Bramudya Prabowo dengaan Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 17/03/2025)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT