1 tahun yg lalu

Polisi Singapura Tangkap Seorang Remaja Radikal, Diduga Akan Serang Warga Melayu Muslim


ISD mengatakan, Lee bermusuhan terhadap Muslim pada awal 2023 setelah melihat konten ekstremis sayap kanan di media sosial.

Ia menghabiskan beberapa jam sehari untuk mengonsumsi konten ekstremis daring, dan berulang kali menonton rekaman video serangan Tarrant yang disiarkan langsung.

Tak lama kemudian, Lee mulai bermain peran sebagai Tarrant dalam gim simulasi daring yang penuh kekerasan.

Tanpa menyebutkan nama gimnya, ISD mengatakan bahwa Lee mengunduh modifikasi gim video sehingga ia bisa berpura-pura menjadi Tarrant yang membunuh orang.

Pada awal 2024, Lee yakin bahwa membunuh kelompok etnis lain dapat dibenarkan.

Menyebut dirinya sebagai "supremasi Asia Timur", Lee percaya pada superioritas etnis Tionghoa, Korea, dan Jepang, dan mendukung supremasi kulit putih.

ISD berkata: "(Lee) percaya bahwa tindakan kekerasan harus diambil untuk mencegah mayoritas Tionghoa di Singapura digantikan oleh apa yang ia anggap sebagai populasi Melayu yang berkembang pesat."

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang