1 tahun yg lalu

Rupiah Melemah Perberat Beban Industri Tekstil, PHK & Pabrik Tutup Bertambah!



Suku bunga tinggi hingga pelemahan nilai tukar Rupiah yang masih di atas Rp16.200 per Dolar AS turut membebani industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan pelemahan Rupiah akan menambah beban dunia usaha. Saat ini utilitas industri TPT sangat rendah dikisaran 40% sehingga saat Rupiah melemah maka beban biaya bahan baku sektor hulu meningkat dan akan ikut berimbas ke bisnis hilir industri TPT. Redma menegaskan bahwa pelemahan Rupiah merupakan tambahan beban mengingat industri TPT sudah mengalami banyak permasalahan imbas pandemi covid-19. Seperti apa dampak pelemahan Rupiah terhadap industri TPT? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 10/06/2024) Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/ Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/ https://www.instagram.com/cuap_cuan/ Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT
Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang