Liputan6.com, Jakarta - Perdebatan mengenai tawasul sering kali muncul di tengah umat Islam. Sebagian kelompok menganggapnya sebagai amalan yang menyimpang, sementara yang lain meyakini bahwa tawasul adalah bagian dari kecintaan kepada Allah.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Baha, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3IA) Rembang Jawa Tengah menegaskan bahwa mengafirkan seseorang hanya karena ia melakukan tawasul adalah tindakan yang keliru.
"Makanya kita enggak perlu mengatakan wasilah itu kafir. Enggak akan, karena orang tawasul sama Rasulullah itu ingin dapat rida Allah lewat orang yang dicintai Allah," ujar Gus Baha.
Dalam ceramahnya yang dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @takmiralmukmin, Gus Baha menjelaskan bahwa mencintai wali bukan berarti menduakan Allah, tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada kekasih-Nya.
"Kita mencintai wali, sebabnya wali itu kekasih Allah. Kita mencintai itu karena mencintai Allah," lanjutnya.
Simak Video Pilihan Ini:
Kocak, Battle Dance Campursari ala SOBAT AMBYAR SMA Sigaluh Banjarnegara
Analogi Sayur Kangkung Gus Baha
Untuk memperjelas maksudnya, Gus Baha menggunakan analogi sederhana yang mudah dipahami ol...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)