6 bulan yg lalu

Sejarah dan fakta Pulau Nusakambangan, rumah para narapidana berat


Jakarta (ANTARA) - Pulau Nusakambangan dikenal sebagai salah satu wilayah tahanan paling misterius sekaligus sarat sejarah di Indonesia.

Terletak di pesisir selatan Jawa Tengah, pulau ini menjadi lokasi sejumlah lembaga pemasyarakatan yang menampung narapidana dengan kasus-kasus berat.

Jika Amerika Serikat memiliki Alcatraz, maka Indonesia memiliki Nusakambangan—pulau yang dijuluki “Pulau Penjara” karena tingkat keamanannya yang sangat ketat dan suasananya yang penuh aura misteri.

Lokasi Pulau Nusakambangan

Pulau Nusakambangan berada di wilayah Kelurahan Tambakreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan luas mencapai sekitar 121.000 hektare.

Pulau ini dikelilingi hutan tropis lebat dan Laut Selatan yang dikenal memiliki ombak besar. Kondisi geografis tersebut menjadi lokasi ideal bagi lembaga pemasyarakatan dengan sistem pengamanan berlapis.

Akses menuju pulau ini juga sangat terbatas. Satu-satunya jalur resmi adalah penyeberangan dari Pelabuhan Wijayapura di Cilacap menuju Pelabuhan Sodong di Nusakambangan menggunakan kapal milik Kementerian Hukum dan HAM.

Penyeberangan itu hanya diperuntukkan bagi petugas pemasyarakatan, pegawai lapas, keluarga penghuni lapas, serta pemindahan narapidana. Masyarakat umum tidak dapat masuk tanpa izin khusus dari pihak berwenang.

Dengan sistem keamanan berlapis dan letak yang terisolasi, para narapidana yang ditempatkan di sana nyaris tidak memiliki peluang untuk melarikan diri.

Sejarah menjadi pulau penjara

Nusakambangan telah digunakan sebagai tempat penahanan sejak masa kolonial Belanda. Sebelumnya, tempat ini ditetapkan oleh orang Belanda sebagai monumen alam karena nilai alamnya yang tinggi.

Pada 1905, pemerintah Hindia Belanda mengubah penetapan pulau ini menjadi kawasan terlarang dan lokasi pengasingan bagi pelaku kejahatan berat.

Tiga tahun kemudian, dibangun Lapas Permisan yang menjad...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang