1 tahun yg lalu

Singapura Tawarkan Tur Sejarah, Bisa Jelajahi Nuansa Ketegangan di Masa Perang Dunia II


Liputan6.com, Singapura - Menjelang menyerahnya Singapura kepada Jepang pada 15 Februari 1942, para prajurit Inggris di Fort Siloso mungkin merasakan ketegangan luar biasa. Dengan kemungkinan serangan udara mendadak, mereka menavigasi lorong-lorong benteng bersejarah yang dibangun pada 1878 dengan penerangan lampu minyak.

Kini, masyarakat umum dapat merasakan kembali atmosfer mencekam tersebut melalui Fort Siloso Twilight Tour, bagian dari rangkaian peringatan Battle For Singapore 2025 yang diselenggarakan oleh National Heritage Board (NHB).

Mengutip Straits Times, Selasa (1122025), tur ini berlangsung selama tiga akhir pekan, mulai 15 Februari hingga 2 Maret, setiap Sabtu dan Minggu pukul 18.00. Dengan biaya 25 dolar Singapura atau Rp300 ribu per peserta, pengunjung akan menyusuri terowongan gelap Fort Siloso menggunakan lampu bertenaga baterai, memberikan sensasi serupa dengan pengalaman prajurit Royal Artillery Inggris saat Perang Dunia II melanda Singapura.

Tur ini dipandu oleh sejarawan John Kwok dan heritage enthusiast Saifullah Kamaludin, yang mengelola area rekreasi di Sentosa Development Corporation.

Dr. Kwok mengatakan bahwa peserta akan mendapat akses eksklusif ke benteng setelah jam operasional biasa berakhir.

"Peserta akan merasakan pengalaman seolah-olah mereka ditempatkan di sini pada masa perang, menghadapi ketidakpastian malam hari," ujarnya dalam sesi media pada 10 Februari.

Mengungkap Fakta Sejarah Perang Dunia II

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang