JAKARTA - Defisit yang membengkak membuat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghadapi ancaman gagal bayar. Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya meningkatnya kunjungan masyarakat ke rumah sakit dalam penanganan penyakit kronis.
Selain itu, bertambahnya fasilitas kesehatan dan peningkatan kasus penyakit dengan biaya pengobatan tinggi juga jadi penyebab kenaikannya.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Mahlil Ruby, menjelaskan bahwa jika masalah ini tidak ditangani, BPJS Kesehatan berpotensi mengalami gagal bayar pada tahun 2026 mendatang.
“Saya ingin mengatakan bahwa kalau kita tidak melakukan sesuatu kebijakan apapun, maka pada tahun 2026 kita akan defisit atau aset negatif. Gagal bayar bisa terjadi pada Maret 2026”, ujar Mahlil, saat ditemui di Kantor Kementerian PPN/Bappenas.
Mahlil juga menjelaskan bahwa meskipun jumlah pemakai BPJS Kesehatan bertambah sekitar 30 juta orang, hanya sekitar 7 juta di antaranya yang rutin membayar premi. Hal ini menyebabkan klaim BPJS Kesehatan semakin meningkat.
Follow Berita Okezone di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)