Liputan6.com, Jakarta - FBI memperingatkan banyak penipu menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas skema penipuan online.
"AI generatif mengurangi waktu dan upaya yang harus dikeluarkan penjahat untuk menipu target mereka," ujar FBI melalui pengumuman layanan masyarakat (public service announcement/PSA), dikutip dari Bleeping Computer, Jumat (6/12/2024).
AI generatif adalah alat bantu yang sah untuk membantu orang membuat konten. Namun, alat tersebut dapat disalahgunakan untuk memfasilitasi kejahatan seperti penipuan dan pemerasan.
Aktivitas yang berpotensi jahat tersebut mencakup teks, gambar, audio, kloning suara, dan video.
Penggunaan video, gambar, dan teks yang dihasilkan AI, misalnya bisa digunakan untuk menyamar sebagai penegak hukum, eksekutif, atau figur otoritas lainnya untuk meminta pembayaran atau informasi.
Teks, gambar, dan video yang dihasilkan AI bahkan dapat digunakan dalam materi promosi dan situs web untuk menarik korban ke dalam skema investasi yang curang, termasuk penipuan mata uang kripto.
Terkait hal ini FBI berbagi saran tentang cara mengidentifikasi dan mempertahankan diri dari penipuan tersebut.

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)