6 bulan yg lalu

Wall Street Anjlok di Tengah Kekhawatiran Pinjaman Bermasalah


Indeks bursa Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (16/10), dipimpin oleh penurunan saham perbankan karena meningkatnya kekhawatiran atas pinjaman bermasalah. Sentimen pasar juga tertekan oleh ketegangan perdagangan yang belum mereda dan berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 301,07 poin atau sekitar 0,7% ke level 45.952,24, setelah sempat menguat 170 poin di awal sesi. S&P 500 melemah 0,6% ke posisi 6.629,07, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,5% menjadi 22.562,54.

Tekanan terbesar datang dari sektor perbankan regional. Saham Zions Bancorporation anjlok 13% setelah mencatat beban besar akibat pinjaman bermasalah dari sejumlah debitur. Lalu  Western Alliance turun 11% usai melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu peminjam,

Manajer Portofolio di Argent Capital Management Jed Ellerbroek mengatakan pasar saat ini sangat sensitif terhadap risiko kredit.

“Pasar tidak menyukai komentar dari bank-bank regional. Jadi sebagian besar saham keuangan berkapitalisasi kecil dan perbankan mengalami tekanan hari ini,” ujar Jed Ellerbroek dikutip CNBC Internasional, Jumat (17/10).

Tak hanya itu, industri perbankan tengah berada dalam keadaan waspada belakangan ini setelah kebangkrutan dua perusahaan industri otomotif. Hal itu menimbulkan kekhawatiran investor terkait praktik pinjaman yang longgar, terutama di pasar kredit swasta yang tidak transparan.

“Ketika Anda melihat satu kecoak, kemungkinan ada lebih banyak lagi,” kata CEO JPMorgan Jamie Dimon dalam panggilan konferensi pendapatan bank tersebut awal pekan ini, terkait dengan kebangkrutan First Brands dan Tricolor Holdings. 

Harga saham Jefferies, yang memiliki eksposur terhadap First Brands, turun 10% pada perdagangan Kamis (16/10), sehingga kerugiannya untuk bulan ini mencapai 25%.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang