5 bulan yg lalu

Begini Kriteria Dapur Bersih Menurut Konsultan F&B, Mulai dari Sanitasi hingga Standar HACCP


Liputan6.com, Jakarta - Konsultan Food & Beverage Handry Wahyu Sumanto mengatakan bahwa makanan yang bermasalah bisa disebabkan karena alat makan yang tidak sesuai standar komersial. Kondisi tersebut memudahkan bakteri untuk berkembang.

Ia mencontohkan, misal ada ompreng yang dicuci menggunakan sabun tapi proses pembilasan tidak bersih sempurna. Alhasil sabun masih tertinggal di ompreng. Kondisi itu menyebabkan makanan yang sebenarnya sudah diolah dengan baik jadi tercemar. 

“Misalnya, omprengnya itu tercemar dengan sabun, makanan yang kita sudah olah dengan baik itu akan tercemar dengan sabun. Oleh karena itu, keamanan pangan itu menjadi satu rentetan yang harus dijaga mulai dari hulu sampai hilir,” ujarnya dalam acara talkshowUpaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa Melalui MBG’ pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Chef Handry menjelaskan bahwa personal hygiene menjadi salah satu faktor terbesar dalam keamanan pangan. Seluruh penjamah makanan yang terlibat dari proses penerimaan bahan, penyimpanan, memasak, pemorsian, pengiriman, hingga pencucian harus sehat dan memerhatikan kebersihan.

Dia juga menambahkan, tiap anggota SPPG harus memenuhi standar kompeten. Menurutnya, standar kompeten yang harus dimiliki SPPG mencakup pengetahuan yang teruji dan sikap yang positif.

“Untuk menjadikan suatu pekerjaan menjadi berhasil, harus tambahkan satu, attitude, niat positif. Seandainya mereka punya kemampuan dan cukup, apakah sudah diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan?” jelasnya.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang